Kearifan Lokal dalam Sepucuk Minyak: Studi Etnobotani Proses Pengolahan Minyak Pala Tradisional
Keywords:
Esensial, Pala, Bunga Pala, MinyakAbstract
This research examines the local wisdom of the community in Ie Dingin Village, Meukek District, South Aceh Regency, in the traditional processing of nutmeg oil. Nutmeg oil, an iconic Acehnese product, is not merely an economic commodity; it strongly represents cultural heritage and ethnobotanical knowledge passed down through generations. Using a descriptive qualitative ethnobotany approach, this study aims to document the stages of nutmeg oil processing, from raw material selection to the final product. The research focuses on identifying the nutmeg species used, traditional tools and materials, and the cultural values and philosophies accompanying each process. The findings indicate that nutmeg oil processing in Ie Dingin Village is a unique blend of traditional knowledge about plant properties and techniques refined over centuries. This practice not only reflects a harmonious relationship between humans and nature but also emphasizes the importance of preserving local knowledge as an integral part of sustainable development. These findings are expected to contribute to efforts in documenting and revitalizing local wisdom in natural resource utilization.
Abstrak: Penelitian ini mengkaji kearifan lokal masyarakat Desa Ie Dingin, Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan, dalam proses pengolahan minyak pala tradisional. Minyak pala, produk ikonik Aceh, bukan hanya komoditas ekonomi, tetapi juga representasi kuat warisan budaya dan pengetahuan etnobotani yang diwariskan secara turun-temurun. Melalui pendekatan etnobotani deskriptif kualitatif, studi ini bertujuan mendokumentasikan tahapan pengolahan minyak pala, mulai dari pemilihan bahan baku hingga produk akhir. Fokus penelitian meliputi identifikasi spesies pala yang digunakan, alat dan bahan tradisional, serta nilai-nilai budaya dan filosofi yang menyertai setiap prosesnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan minyak pala di Desa Ie Dingin merupakan perpaduan unik antara pengetahuan tradisional tentang sifat-sifat tumbuhan dan teknik yang telah disempurnakan selama berabad-abad. Praktik ini tidak hanya mencerminkan hubungan harmonis antara manusia dan alam, tetapi juga menegaskan pentingnya pelestarian pengetahuan lokal sebagai bagian integral dari pembangunan berkelanjutan. Temuan ini diharapkan dapat berkontribusi pada upaya dokumentasi dan revitalisasi kearifan lokal dalam pemanfaatan sumber daya alam.
References
Balick, M. J., & Cox, P. A. (1996). Plants, People, and Culture: The Science of Ethnobotany. Scientific American Library.
Berkes, F., Colding, J., & Folke, C. (2000). Rediscovery of Traditional Ecological Knowledge as Adaptive Management. Ecological Applications, 10(5), 1251-1262.
BPS Kabupaten Aceh Selatan. (2022). Kabupaten Aceh Selatan Dalam Angka 2022. BPS Kabupaten Aceh Selatan.
Burkill, I. H. (1966). A Dictionary of the Economic Products of the Malay Peninsula. Ministry of Agriculture and Co-operatives.
Darusman, A., Syam, Z., & Al-Musa, M. (2018). Sejarah dan Potensi Pala di Aceh. Jurnal Sejarah Lokal, 5(2), 78-90.
Ellen, R. F., & Harris, S. (1996). The Cultural Relations of Classification: An Analysis of Nuaulu Land Use. Cambridge University Press.
Gadgil, M., Berkes, F., & Folke, C. (1993). Indigenous Knowledge for Biodiversity Conservation. Ambio, 22(2/3), 151-156.
Ghani, A. (1990). Medicinal Plants of Bangladesh. Asiatic Society of Bangladesh.
Giles, F. (2011). Nutmeg: The Spice and Its History. British Museum Press.
Kartini, K., Lestari, S., & Budi, A. (2015). Studi Etnobotani Cengkeh (Syzygium aromaticum) sebagai Obat Tradisional di Jawa Barat. Jurnal Etnobotani Indonesia, 10(1), 45-56.
Martin, G. J. (1995). Ethnobotany: A Methods Manual. Chapman & Hall.
Milton, G. (1999). Nathaniel's Nutmeg: Or, The True and Incredible Adventures of the Spice Islander Who Challenged an Empire. Farrar, Straus and Giroux.
Oyen, L. P. A., & Dung, N. X. (Eds.). (1999). Plant Resources of South-East Asia No 19: Essential-oil Plants. Backhuys Publishers.
Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan. (2023). Profil Geografis Kabupaten Aceh Selatan.
Purseglove, J. W., Brown, E. G., Green, C. L., & Robbins, S. R. J. (1981). Spices (Vol. 1 & 2). Longman.
Reid, A. (1993). Southeast Asia in the Age of Commerce, 1450-1680: Volume Two, Expansion and Crisis. Yale University Press.
Shulgin, A. T. (1991). PIHKAL: A Chemical Love Story. Transform Press.
Suryani, D., Putra, A. R., & Wulandari, R. (2019). Potensi Etnobotani Akar Wangi (Vetiveria zizanioides) dalam Kearifan Lokal Masyarakat Sunda. Jurnal Biosains Tropis, 4(2), 123-134.
Susila, N., & Susanti, R. (2017). Analisis Rantai Nilai Komoditas Pala di Aceh. Jurnal Ekonomi Pertanian, 12(3), 201-215.
Syam, Z., & Al-Musa, M. (2020). Nilai-Nilai Budaya dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam di Masyarakat Aceh Selatan. Jurnal Antropologi Indonesia, 15(1), 55-68.
Widyastuti, R., Fitriani, D., & Lestari, S. (2021). Kajian Etnobotani Sereh Wangi (Cymbopogon nardus) dan Pemanfaatannya dalam Masyarakat Jawa. Jurnal Penelitian Tanaman Obat, 8(1), 1-10.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Hafizaton Nisak, Intan Munawarah (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





