Madeung: Perawatan Ibu Nifas di Gampong Blang Seumot Kecamatan Beutong Kabupaten Nagan Raya

Authors

  • Intan Suriati Prodi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abulyatama, Aceh besar Author

Keywords:

Madeung, perawatan ibu nifas, kesehatan tradisional, Aceh

Abstract

The Madeung tradition is one of Aceh's cultural heritages that plays an important role in postpartum maternal care. This study aims to describe the implementation of Madeung in Gampong Blang Seumot, Beutong District, Nagan Raya Regency, and analyze its benefits and risks to postpartum maternal health. With a qualitative phenomenological approach, data were collected through interviews, observations, and documentation. The results showed that Madeung is still carried out consistently, involving a series of rituals such as smoking, heating stones, consuming herbal concoctions, and food taboos. This tradition not only has an impact on physical recovery, but also strengthens social solidarity and the spiritual values ​​of the local community.

Abstrak: Tradisi Madeung merupakan salah satu warisan budaya Aceh yang berperan penting dalam perawatan ibu nifas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan Madeung di Gampong Blang Seumot, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, serta menganalisis manfaat dan risikonya terhadap kesehatan ibu nifas. Dengan pendekatan kualitatif fenomenologis, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan Madeung masih dijalankan secara konsisten, melibatkan serangkaian ritual seperti pengasapan, pemanasan batu, konsumsi ramuan herbal, dan pantangan makanan. Tradisi ini tidak hanya berdampak pada pemulihan fisik, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan nilai spiritual masyarakat setempat.

References

Angga. (2014). Ma’ Balien (Dukun Beranak di Aceh). Balai Pelestari Nilai Budaya Banda Aceh

Anggorodi, R. (2009). Dukun bayi dalam persalinan oleh masyarakat indonesia. Jurnal Makara Kesehatan. Vol. 13 (1): 9-14.

Ardani, I. (2013). Eksistensi dukun dalam era dokter spesialis. Jurnal Kajian Sastra dan Budaya. Vol. 1 (2): 28-33.

Arifin, A. (2015). Hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan ibu hamil menghadapi proses persalinan di Puskesmas Budilatama Kecamatan Gadung Kabupaten Buol Provinsi Sulawesi Tengah. Jurnal Keperawatan. Vol. 3 (2): 1-6.

Setiawati, G. (2010). Modal social dan pemilihan dukun dalam proses persalinan. Jurnal Makara Kesehatan. Vol. 14 (1): 11-16.

Sibagariang, E. E, dkk. (2010). Kesehatan reproduksi wanita. Jakarta: Trans Info Media

Simanjuntak, P. (2012). Studi kimia dan farmakologi tanaman kunyit (Curcuma longa L) sebagai tumbuhan obat serbaguna. Jurnal Agrium. Vol. 17(2): 103-107.

Usemahu, K. M. (2013). Perilaku penggunaan obat tradisional pada ibu pasca melahirkan di Desa Kailolo Kabupaten Maluku Tengah. FKM Universitas Hasanuddin.

Veeger, K. J. (1985). Realitas sosial: Refleksi filsafat sosial atas hubungan individu-masyarakat dalam cakrawala sejarah sosiologi. Jakarta: PT Gramedia.

Walsh, L. V. (2006). Beliefs and rituals in tradisional birth attendant practice in Guatemala. Journal of Transcultural Nursing. Vol. 17 (2): 148-154.

Werner, D. (2007). Ketika tidak ada dokter. California: Hesperian.

Widyawati. (2013). Pengaruh senam hamil terhadap proses persalinan dan status kesehatan neonatus. Jurnal Epidemiologi. Vol. 1 (2): 316-324.

Zainuddin, M. (2012). Tarikh Aceh dan nusantara. Banda Aceh: Lembaga Studi Kebudayaan dan Pembagunan Masyarakat.

Downloads

Published

2025-06-30

Issue

Section

Articles

How to Cite

Madeung: Perawatan Ibu Nifas di Gampong Blang Seumot Kecamatan Beutong Kabupaten Nagan Raya. (2025). Semasa: Jurnal Sosial Dan Budaya Dunia Melayu Raya, 1(1), 32-39. https://journal.ccula.org/index.php/semasa/article/view/41